BUMDes Gawan Kembangkan Pertanian dan Rintis Usaha Parkir, Dorong Kemandirian Ekonomi Desav

SRAGEN — suaralintas.com.Upaya membangun kemandirian ekonomi desa terus dilakukan Pemerintah Desa Gawan, Kecamatan Tanon, melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang semakin progresif dan terarah.
Memasuki akhir tahun 2024, BUMDes Gawan mengalami hasil ringrutmen kepengurusan dengan terpilihnya Purwanto sebagai direktur baru, melalui pendaftaran seleksi atminitrasi dan wawancara, di bawah kepemimpinannya, BUMDes mulai mengelola sisa anggaran sebesar Rp250 juta untuk pengembangan unit usaha yang lebih produktif.
Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan dan pengelolaan lahan parkir bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Tanon. Program ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang dikelola langsung oleh BUMDes, sekaligus menjawab kebutuhan fasilitas parkir di lingkungan sekolah.
Selain itu, pada tahun 2025 BUMDes Gawan juga dipercaya mengelola Dana Desa (DD) sebesar 30 persen yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan dengan total anggaran Rp175 juta. Program ini difokuskan pada sektor pertanian dengan menyewa lahan seluas 2,5 hektare senilai Rp100 juta per tahun, sementara sisanya digunakan untuk operasional.
Program pertanian tersebut telah berjalan satu musim tanam dan menunjukkan hasil yang cukup positif dengan keuntungan mencapai Rp11 juta. Dalam satu tahun, terdapat tiga musim tanam yang berpotensi meningkatkan hasil secara berkelanjutan.
“Rp11.000.000, 1 MT, berarti 3 MT, misalnya kan Rp30.000.000 dalam 1 tahun, Rp175.000.000. Kira-kira prediksinya kayak gitu, keuntungannya sekitar Rp30.000.000,” ungkap salah satu sumber dalam pembahasan program tersebut.
Direktur BUMDes Gawan, Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengelola seluruh program secara maksimal dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
“Kami berupaya memaksimalkan potensi yang ada, baik di sektor pertanian maupun pengembangan usaha lain seperti parkir. Semua kami rancang agar bisa memberikan pemasukan yang berkelanjutan bagi desa,” ujar Purwanto.
Ia menambahkan bahwa tahap awal ini menjadi proses pembelajaran untuk memperkuat manajemen dan meningkatkan hasil di musim tanam berikutnya.
“Untuk program ketahanan pangan ini memang baru berjalan satu musim, tapi hasilnya cukup baik. Ke depan akan kami evaluasi agar hasilnya bisa lebih optimal di musim berikutnya,” jelasnya.
Kepala Desa Gawan, Sutrisna juga menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh berbagai inovasi yang dilakukan BUMDes dalam mengelola potensi desa.
“Kami sangat mengapresiasi langkah pengurus BUMDes yang baru. Program ketahanan pangan ini sudah mulai menunjukkan hasil, dan rencana pengembangan usaha parkir juga menjadi peluang yang sangat baik untuk menambah pendapatan desa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan profesional agar seluruh program dapat berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap pengelolaan ini dilakukan secara terbuka dan akuntabel, sehingga masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya. Dengan kerja sama dan perencanaan yang baik, BUMDes Gawan bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” imbuh Sutrisna
Dengan kombinasi penguatan sektor pertanian dan pengembangan unit usaha baru, BUMDes Gawan optimistis mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan kemandirian ekonomi desa secara bertahap dan berkelanjutan ( team )
