KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM
— Sikap Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang disebut sulit ditemui oleh sejumlah pihak yang pernah terlibat dalam tim pemenangan mulai menuai pertanyaan.
Salah satunya disampaikan Sapin, masyarakat yang mengaku merupakan bagian dari tim pemenangan Effendi Edo. Sapin menyebut, dirinya bersama sejumlah pihak telah berupaya melakukan silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan wali kota.
“Kami datang bukan untuk meminta sesuatu. Kami hanya ingin silaturahmi dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Kalau seorang tim pemenangan saja sulit bertemu, tentu wajar kalau kemudian muncul pertanyaan, ada apa sebenarnya?” ujar Sapin selasa, 11/8/2026.
Menurutnya, setelah proses politik berakhir, hubungan antara kepala daerah dengan masyarakat maupun para pendukung seharusnya tidak terputus. Justru setelah terpilih, seorang kepala daerah dituntut untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan masyarakat.
Sapin menegaskan, kedatangannya bukan untuk menagih balas jasa politik. Ia mengatakan, kepentingan utama yang ingin disampaikan adalah persoalan dan aspirasi warga yang membutuhkan perhatian Pemerintah Kota Cirebon.
“Kami tidak meminta jabatan, tidak meminta proyek. Kami hanya ingin menyampaikan suara masyarakat. Kalau pintu komunikasi saja sulit dibuka, masyarakat tentu akan bertanya-tanya bagaimana nasib aspirasi mereka?” katanya.
Ia berharap Wali Kota Cirebon tidak membangun jarak dengan masyarakat maupun orang-orang yang pernah berjuang dalam proses pemenangan.
Kepemimpinan, kata Sapin, bukan hanya soal berada di balik meja pemerintahan, tetapi juga tentang kesediaan mendengar berbagai suara, termasuk kritik dan aspirasi dari masyarakat di tingkat bawah.
“Jangan sampai setelah menang dalam kontestasi politik, mereka yang dahulu berada di garis perjuangan justru merasa ditinggalkan. Jabatan itu amanah, bukan tembok pemisah antara pemimpin dan rakyat.” tegasnya.
Sapin juga meminta Pemerintah Kota Cirebon memberikan ruang dialog yang terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, jika ada kesalahpahaman atau persoalan komunikasi, hal tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui pertemuan dan dialog secara langsung, bukan dibiarkan berkembang menjadi kekecewaan di tengah masyarakat.
Kini publik menunggu jawaban dari Wali Kota Cirebon Effendi Edo: apakah sulitnya pertemuan tersebut hanya persoalan jadwal dan komunikasi, atau memang ada alasan lain yang perlu dijelaskan kepada masyarakat?
Sapin menegaskan, dirinya tetap menghormati Wali Kota Cirebon dan berharap pintu komunikasi segera dibuka demi kepentingan masyarakat Kota Cirebon.
(Red)

