*Aktivis Anti Korupsi Cirebon Soroti Kinerja DLH Kota Cirebon, Overload TPA Kopiluhur Dinilai Bukti Lemahnya Pengelolaan Sampah*

0
214

 

Foto : Ilustrasi Aktivis Anti Korupsi Cirebon, Soroti kinerja DLH Terkait TPA Kopiluhur Overload.

KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM

– Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang dilaporkan mengalami overload atau kelebihan kapasitas kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis.

Aktivis Anti Korupsi Cirebon Raya, Harun Sutejo, menilai kondisi TPA Kopiluhur yang semakin menggunung menunjukkan lemahnya kinerja dan perencanaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon dalam menangani persoalan sampah yang sudah lama menjadi masalah serius di kota tersebut.

Menurutnya, tumpukan sampah yang terus meningkat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat serta pencemaran lingkungan bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah Argasunya.

“TPA Kopiluhur sudah lama menjadi sorotan publik. Namun sampai saat ini kami melihat belum ada langkah strategis, terukur, dan nyata dari DLH Kota Cirebon untuk menyelesaikan persoalan overload sampah tersebut,” ujar Harun Sutejo kepada awak media, Minggu (15/3/2026).

Ia menegaskan, persoalan sampah di Kota Cirebon seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Namun fakta di lapangan menunjukkan pengelolaan sampah masih berjalan tanpa perencanaan yang jelas dan terkesan hanya bersifat penanganan sementara.

“Jika tumpukan sampah terus dibiarkan menggunung seperti ini, maka bukan hanya persoalan lingkungan yang muncul, tetapi juga potensi bencana ekologis yang dapat mengancam masyarakat sekitar. Ini menandakan lemahnya manajemen dan perencanaan di tubuh DLH,” tegasnya.

Harun juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon untuk bersikap transparan kepada publik terkait pengelolaan anggaran penanganan sampah, program pengurangan sampah dari sumber, serta rencana konkret pengembangan teknologi pengolahan sampah di TPA Kopiluhur.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana anggaran pengelolaan sampah digunakan dan apa saja program yang telah dijalankan oleh DLH dalam mengatasi krisis sampah di Kota Cirebon.

“Kami mendesak Kepala DLH Kota Cirebon untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi overload di TPA Kopiluhur. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut tanpa solusi yang jelas,” katanya.

Lebih lanjut, Harun juga meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan, pengolahan, hingga pengelolaan akhir di TPA. Ia menilai, tanpa reformasi sistem yang serius, persoalan sampah di Kota Cirebon akan terus menjadi bom waktu bagi lingkungan.

Aktivis Anti Korupsi Cirebon Raya menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan investigasi terhadap pengelolaan sampah di Kota Cirebon, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam tata kelola maupun penggunaan anggaran yang tidak efektif.

“Ini bukan sekadar persoalan sampah, tetapi menyangkut masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Cirebon. Jika pemerintah daerah tidak segera bertindak serius, kami tidak akan ragu membawa persoalan ini ke ranah pengawasan yang lebih tinggi,” pungkasnya.
( red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini