OBROLAN WA ALUMNI PGAP
Mendobrak Kepalsuan
Oleh: Ngar
Bojonegoro, Jatim
Kehidupan di dunia ini benar-benar sangat melelahkan, dipenuhi kepalsuan pencitraan dan basa-basi yang menjemukan. Namun, di sudut aplikasi WA, ada satu ruang kecil yang tidak disangka mampu mendobrak dinding kepalsuan tersebut yakni Grup WA Alumni PGAP Padangan lintas angkatan.
Bagi mereka yang terpisah jarak dan waktu hingga setengah abad, ruang WA ini bukan sekadar tempat bertukar teks. Di sini adalah tempat penyegaran batin, segala kepalsuan pencitraan dan atribut sosial ditanggalkan, baik jabatan, kekayaan, hingga kerutan wajah yang sudah keriput, luruh seketika.
Mereka kembali menjadi anak-anak belasan tahun yang penuh humor, tawa ria dengan kepolosan apa adanya. Secara kasat mata di dalam obrolan WA, topik yang dibahas adalah ngalor-ngidul-ngulon-ngetan yang tidak ada arahnya. Hanya seputar sarapan pagi dan minum kopi, susu serta keluhan penyakit tua, dan para gurunya. Sangat biasa sekali, tanpa bobot intelektual tinggi. Kadang dengan humornya obrolan tersebut menyentuh dunia ketuaan yang sudah loyo.
Kendati obrolan ini tampak tidak penting, namun telah melahirkan getaran emosional yang luar biasa, yakni mampu menjadi obat penenang terbaik bagi batin yang lelah digerus usia. Karena sadar bahwa teman-teman kita yang sudah puluhan tahun tidak ketemu masih mengingat kita.
Secara psikologis ada kesan berbeda yang mendalam, saat membaca ketikan teman-teman di grup WA, tersirat rasa kebahagiaan tersendiri yang menyelinap masuk ke relung jiwa, memicu produksi hormon oksitosin dan endorfin secara instan.
Ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang, ini adalah pemberontakan batin terhadap penuaan. Melalui obrolan WA ini, jiwa menolak untuk runtuh dan memilih tetap muda, terkoneksi, serta dicintai oleh mereka yang pernah berbagi masa muda bersama. Kesenangan ini murni, tanpa tendensi, dan menyenangkan hati secara mutlak.


