Mahasiswa FH Unisri Edukasi Ibu-Ibu PKK Sragen Soal Bahaya Pinjol Ilegal dan Investasi bodong

0
21

*Mahasiswa FH Unisri Edukasi Ibu-Ibu PKK Sragen Soal Bahaya Pinjol Ilegal dan Investasi bodong


 

SRAGEN* – suaralintas .comMaraknya kasus pinjaman online ilegal, penipuan digital, dan investasi bodong yang menyasar ibu rumah tangga mendorong mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi / Unisri Surakarta menggelar sosialisasi di Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kegiatan bertajuk _”Sosialisasi Bijak Bertransaksi di Era Digital: Edukasi Hukum tentang Pinjaman Online Ilegal, Penipuan Online, dan Investasi Bodong”_ itu digagas oleh Nurul Fadilah Putri, mahasiswa FH Unisri, dan menyasar anggota PKK Desa Slogo.

Ketua PKK Desa Slogo dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. “Ibu-ibu sekarang sudah banyak yang jualan online dan ikut arisan digital. Tapi tidak semua paham risikonya. Sosialisasi ini sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Nurul Fadilah Putri menjelaskan ciri-ciri pinjaman online ilegal, mulai dari bunga tidak wajar, tidak terdaftar di OJK, hingga praktik penagihan dengan meneror dan menyebar data pribadi.

Selain itu peserta juga dibekali materi untuk mengenali modus penipuan online seperti penipuan hadiah, lowongan kerja palsu, dan link phising. Tidak ketinggalan edukasi tentang investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat.

“Yang paling penting, kami sampaikan hak-hak konsumen. Jika menjadi korban, masyarakat bisa melapor ke OJK 157, Satgas Waspada Investasi, dan Bareskrim Polri. Jangan takut melapor,” kata Nurul.

Kegiatan ini diisi dengan sesi tanya jawab yang antusias. Para ibu PKK mengaku selama ini banyak menerima tawaran investasi melalui WhatsApp dan Facebook, namun ragu karena tidak paham legalitasnya.

Dosen pembimbing dari FH Unisri yang hadir menyebut, pengabdian masyarakat seperti ini penting untuk meningkatkan literasi hukum digital di tingkat desa. “Target kami agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, tidak mudah menjadi korban kejahatan siber,” katanya.

Pemerintah Desa Slogo berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin bijak dalam bertransaksi di era digital   (Nurul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini