Merajut Waktu – Melepas Rindu
50 Tahun Tak Bertemu
Oleh : Ngar


Bojonegoro Jatim
Waktu boleh berlalu dan memisahkan jarak, namun ikatan rasa masa sekolah tak pernah sirna. Kondisi inilah yang telah dibuktikan oleh ketulusan hati Alumni PGAP Padangan Bojonegoro Jatim.
Baik dalam pertemuan langsung maupun percakapan lewat obrolan Grup WA Alumni, dijadikan momen krusial ini sebagai hal yang istimewa, mengingat sudah lebih dari 50 tahun lamanya mereka tidak saling tatap muka, lantaran tenggelam dalam kesibukan dunia kerja dan urusan kelurga masing-masing. Semua ini dijalin kembali demi merawat rasa kesetikawanan yang dulu pernah ada.
Saat wajah-wajah lama itu saling memandang atau saling melontarkan kata-kata di Grup WA Alumni, suasana berubah tawa dan ceria. Kondisi ini dirasakan seperti atmosfer masa-masa sekolah dulu. Hebatnya dalam pertemanan ini mereka menggambarkan dengan jelas, bahwa hubungan yang terjalin sama sekali tidak mengenal hierarki atau struktur dalam birokrasi yang kerap memetak-metakan manusia bagaikan kasta.
Percakapan mengalir begitu saja dengan lepas, akrab, dan penuh tawa spontan tanpa ada kecanggungan. Mereka kembali memanggil satu sama lain menggunakan nama sebutan akrab masa sekolah, baik sebutan nama di depan maupun dibelakang.
Dipertemuan langsung maupun di Obrolan Grup WA Alumni, mereka menanggalkan perbedaan status. Tidak ada yang lebih tinggi karena kecukupan, dan tidak ada yang lebih rendah karena kekurangan. Tidak ada gelar akademisi maupun jabatan birokrasi yang melekat, mereka melebur menjadi satu, kedudukan yang setara. Baik mereka yang tinggal di kota maupun yang tetap tinggal di desa, semua membaur tanpa ada rasa canggung atau sekat gengsi.
Suasana GrupAlumni ini persis seperti masa sekolah, sebuah masa dimana mereka bercakap-cakap secara blak-blakan, jujur, dan apa adanya. Mereka kembali ke masa dimana mereka sama-sama tidak memiliki apa-apa selain status sebagai seorang pelajar yang polos tanpa dibungkus kepalsuan duniawi.
Sama-Sama Menua, Bersama Menolak Tua.
Kenyataan bahwa rambut telah memutih dan usia tak lagi muda justru disikapi dengan rasa syukur bersama. Canda tawa lepas mengalir, begitu pula saat mereka saling memanggil dengan nama sebutan yang akrab zaman sekolah, membuat raga yang menua ini terasa kembali muda seketika.
Wujud Nyata Kepedulian Sahabat.
“ Grup WA ini dibuat bukan hanya untuk sekadar ajanng bernostalgia saja, melainkan juga wadah nyata untuk saling merangkul tanpa melihat sekat. Saat mendengar ada sahabat kita yang sedang diuji dengan kesulitan ekonomi dan lainnya, hati kami tergetar. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujar Muntari saat menyampaikan pesan pada acara bakti sosial.
Sebagaimana yang telah diunggah oleh media online suaralintas.com pada edisi Agustus 27 tahun 2026, dan di ekspos Majalah Lintas Edisi 210 Tahun ke XXIII/VIII-IX/2026 dengan judul “Alumni PGAP Padangan Bojonegoro Gelar Bakti Sosial, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan”.
Bahwa aksi sosial yang dilakukan oleh Alumni PGAP Padangan terasa jauh lebih mendalam dan istimewa, karena gerakan ini tumbuh secara lintas angkatan tidak sekedar mengantar bantuan, alumni juga meluangkan waktu untuk mengunjungi teman-teman yang sedang sakit maupun yang sehat karena lama tidak ketemu.
Gerakan kemanusian ini berawal dari ruang obrolan digital. Sadar bahwa teman lama sedang berjuang menghadapi kerasnya himpitan ekonomi, Ketua alumni Muntari mulai melemparkan dan mendiskusikan inisiatif mulia ini bersama seluruh anggota melalui sarana grup WA alumni.
Penggalangan Dana Terbuka
Pengumuman di grup WA mengajak seluruh alumni untuk peduli dan berpartisipasi menjadi donator secara sukarela. Tidak ada batasan nominal, dan setiap alumni menyumbang dengan penuh keiklasan sesuai kemampuan masing-masing.
Transparansi Rekening
Seluruh bantuan dana dikirimkan oleh para alumni melalui transfer ke rekening resmi atas nama Ja’far Efendi dan Zaenab yang ditunjuk sebagai bendahara. Setelah seluruh donasi para alumni terkumpul secara kolektif, panitia kecil langsung bergerak cepat untuk merealisasikan program bakti sosial tersebut.
Sinergi ini memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran. Donasi yang masuk diwujudkan dalam bentuk kebutuhan harian dan lainnya. Selain bingkisan fisik, sisa dana yang terkumpul juga dibagi rata dan diserahkan dalam bentuk santunan tunai kepada sejumlah alumni yang membutuhkan.
Silahturahmi Langsung
Nur Salam beserta perwakilan alumni mendatangi langsung rumah para penerima manfaat untuk menyerahkan sekaligus merajut kembali tali silahturahmi.
Lebih dari Sekadar Bantuan Materi
Bagi para alumni PGAP Padangan, gerakan yang diinisiasi oleh Muntari, Nur Salam, Jafar Efendi, Zaenab, Asmuri dan lain-lainnya, ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Ini adalah simbol dari janji setia kawan yang melintasi waktu. Kehadiran teman-teman lama di pintu rumah membawa kebahagiaan yang tidak ternilai bagi mereka yang sedang kesulitan.
Menghapus Sekat Sosial.
Pertemuan ini menjadi momen tersendiri mengingat sudah lebih dari 50 tahun lamanya mereka tidak saling bertatap muka. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk saling menguatkan, mendengarkan keluh kesah, dan memberikan motivasi agar tidak putus asa.
Aksi ini membuktikan bahwa di dalam persahabatan tidak ada perbedaan status sosial maupun kesuksesan finansial.
Komitmen Berlanjut
Gerakan ini diharapkan menjadi pemicu aksi-aksi sosial lanjutan, termasuk peluang berbagi informasi lainnya di dalam grup WA.
Lewat kekuatan teknologi dan ketulusan hati, Alumni PGAP Padangan berhasil mengirimkan pesan hangat “Bahwa dalam situasi sesulit apapun, seorang sahabat tidak akan membiarkan sahabatnya berjuang sendirian ditengah kerasnya kehidupan”.


