*Alumni PGAP Padangan Bojonegoro Gelar Bakti Sosial, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan*

0
48

 

Bojonegoro, Suara Lintas. Com

— Ikatan persaudaraan Alumni PGAP Padangan, Bojonegoro, kembali menunjukkan kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan bakti sosial bagi alumni yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Muntari selaku Ketua Alumni dan melibatkan Nur Salam sebagai perwakilan panitia. Bakti sosial ini ditujukan untuk membantu sejumlah alumni yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi maupun persoalan kehidupan lainnya.

Inisiatif kegiatan sosial tersebut bermula dari komunikasi di Grup WhatsApp Alumni. Melalui grup tersebut, para alumni saling bertukar informasi mengenai kondisi sejumlah sahabat lama yang sedang mengalami kesulitan. Dari komunikasi dan kepedulian bersama itu kemudian muncul gagasan untuk melakukan penggalangan dana secara sukarela.

Penggalangan Dana Secara Sukarela

Pengurus dan panitia mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana. Sumbangan diberikan secara sukarela tanpa batasan nominal, disesuaikan dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing alumni.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui rekening yang telah ditunjuk oleh pengurus atau panitia. Setelah seluruh donasi terkumpul, panitia segera merealisasikan bantuan agar dapat diterima oleh para alumni yang menjadi penerima manfaat.

Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk kebutuhan sehari-hari dan bingkisan lainnya. Selain bantuan dalam bentuk barang, sebagian dana yang terkumpul juga disalurkan sebagai santunan tunai kepada sejumlah alumni yang membutuhkan.

Silaturahmi dan Penyerahan Bantuan

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung. Nur Salam bersama perwakilan alumni mendatangi rumah para penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Ketua Alumni PGAP Padangan, Muntari, menegaskan bahwa keberadaan Grup WhatsApp Alumni tidak hanya menjadi ruang untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian dan saling membantu.

“Grup WA ini kami buat bukan sekadar untuk ajang bernostalgia, melainkan menjadi wadah nyata untuk saling merangkul. Ketika mengetahui ada sahabat kita yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan persoalan lainnya, hati kami tergerak untuk membantu. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujar Muntari.

Menurutnya, dukungan para alumni serta dedikasi panitia di lapangan merupakan bentuk nyata dari semangat persahabatan dan kepedulian yang tetap terjaga meskipun telah lama tidak berada di bangku sekolah yang sama.

Wujud Nyata Solidaritas Alumni

Gerakan sosial yang diinisiasi oleh Muntari, Nur Salam, Jafar Efendi, Zaenab, dan Asmuri tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pemberian bantuan. Bagi para alumni, kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat setia kawan yang tetap terjaga dan melintasi waktu.

Kehadiran para sahabat lama secara langsung di rumah penerima manfaat juga memberikan kebahagiaan tersendiri. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk saling menguatkan, mendengarkan berbagai persoalan, serta memberikan motivasi agar para alumni yang sedang menghadapi kesulitan tidak mudah menyerah.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persahabatan tidak mengenal perbedaan status sosial maupun kondisi ekonomi. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan untuk saling mendukung ketika salah satu di antara mereka sedang menghadapi kesulitan.

Komitmen untuk Terus Berbagi

Para alumni berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi awal bagi aksi-aksi kepedulian berikutnya. Selain bantuan sosial, Grup WhatsApp Alumni juga diharapkan terus menjadi ruang untuk berbagi informasi dan membangun komunikasi yang bermanfaat bagi seluruh anggota.

Melalui pemanfaatan teknologi dan dilandasi ketulusan untuk saling membantu, Alumni PGAP Padangan menunjukkan bahwa jarak dan waktu tidak harus menghilangkan rasa persaudaraan.

Semangat tersebut terangkum dalam pesan sederhana yang menjadi ruh kegiatan ini: dalam situasi sesulit apa pun, seorang sahabat tidak akan membiarkan sahabatnya berjuang sendirian.

(Red. )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini