Jakarta Timur, Suara Lintas. Com
– Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, memimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrasi, serta Penyidik Madya di lingkungan BNN. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Muhammad Hatta, Gedung Tan Satrisna BNN, Jakarta Timur, Rabu (17/6).
Upacara pelantikan dihadiri oleh jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama BNN, perwakilan SDM Polri, koordinator dan anggota kelompok ahli BNN, serta penasihat dan pengurus Dharma Wanita Persatuan BNN.
Dalam amanatnya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan administratif ataupun pergantian pejabat semata. Menurutnya, momentum tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat akselerasi kinerja serta mempertajam strategi institusi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Jabatan yang Saudara emban mulai hari ini adalah posisi yang sangat strategis. Saudara adalah motor penggerak utama dalam menerjemahkan visi dan misi besar Badan Narkotika Nasional,” tegas Suyudi Ario Seto.
Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan merupakan amanah besar yang disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik dituntut untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi.
Menghadapi ancaman sindikat narkotika yang semakin terorganisir, kompleks, dan bersifat transnasional, Kepala BNN RI memberikan sejumlah arahan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik.
Kepada Inspektur Utama BNN RI, Suyudi menginstruksikan agar memperkuat pengawasan internal dan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas serta akuntabilitas institusi. Sistem pengawasan yang ketat dan transparan dinilai penting guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.
Sementara itu, Direktur Hukum dan Direktur Narkotika pada Deputi Bidang Pemberantasan diminta mengoptimalkan pendekatan penegakan hukum (hard power approach) yang lebih efektif dan modern. Fokus utama diarahkan pada pembongkaran jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya, pemiskinan bandar melalui penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), serta pengungkapan kasus-kasus besar yang berdampak signifikan terhadap peredaran narkotika di Indonesia.
Selain itu, Kepala BNN Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia juga mendapat arahan khusus untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Program pencegahan seperti Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) diminta untuk segera diakselerasi melalui pendekatan soft power guna membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengajak seluruh jajaran BNN, khususnya pejabat yang baru dilantik, untuk senantiasa menjunjung tinggi tiga nilai utama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, yakni soliditas, integritas, dan sinergitas.
Menurutnya, soliditas menjadi kunci dalam memperkuat persatuan internal organisasi dan menghadapi jaringan narkotika yang terorganisir. Integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas, sementara sinergitas menjadi faktor penting dalam membangun kerja sama yang kuat, baik di lingkungan internal BNN maupun dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BNN dalam menjalankan tugas pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
(Red)

