Nama Baiknya Diseret Isu Alsintan Hilang, Bayan Pelas Angkat Bicara dan Siap Lawan Secara Hukum

0
100

Nama Baiknya Diseret Isu Alsintan Hilang, Bayan Pelas Angkat Bicara dan Siap Lawan Secara Hukum

SRAGEN  suaralintas com– Bayan 1 Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Sugianto yang dikenal dengan sebutan Bayan Pelas, secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima maupun menjual bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa kombi mini dan pompa diesel yang sebelumnya dikabarkan hilang.

Sugianto menegaskan bahwa bantuan alsintan tersebut bukan diberikan kepada dirinya secara pribadi, melainkan kepada Kelompok Tani Sumber Makmur.

“Bantuan kombi dan diesel itu lewat kelompok tani, bukan lewat saya selaku bayan. Jadi yang menerima dan mengetahui secara administrasi adalah kelompok tani. Saya hanya mengetahui keberadaan barangnya dan masih bisa menunjukkan lokasinya,” ujar Sugianto saat memberikan klarifikasi.

Ia menilai pemberitaan maupun laporan yang menyebut dirinya sebagai penerima bantuan sekaligus pihak yang diduga menjual alsintan tersebut tidak sesuai fakta.

“Itu salah semua. Bayan Pelas tidak pernah menerima bantuan itu secara pribadi, apalagi menjualnya. Saya justru menjadi korban tuduhan yang tidak benar,” tegasnya.

Tegaskan Barang Masih Ada dan Tidak Pernah Dijual

Menurut Sugianto, pompa diesel yang dipersoalkan masih ada dan keberadaannya diketahui. Ia bahkan menjelaskan bahwa pompa tersebut pernah diamankan untuk menghindari kerusakan akibat proyek pembangunan talut sungai Bengawan Solo.

“Waktu itu rumah pompa di pinggir sungai terkena dampak pembangunan talut dari pemerintah pusat melalui proyek pengairan Bengawan Solo. Karena khawatir rusak terbawa arus, diesel itu saya selamatkan. Barangnya masih ada sampai sekarang,” jelasnya.

Ia juga meluruskan informasi terkait merek alat yang disebut dalam laporan sebelumnya. Menurutnya, terdapat kekeliruan dalam penyebutan merek.

“Diesel itu bukan merek Kubota, tapi Yanmar 24 PK. Kombi juga bukan Kubota, melainkan buatan Cina. Jadi informasi yang menyebut merek tersebut juga keliru,” katanya.

Sugianto menambahkan, bantuan tersebut sudah diterima sejak lama, sekitar tahun 2011–2012, dan bukan seperti yang disebutkan dalam isu yang beredar belakangan ini.

Siap Hadirkan Saksi dan Tempuh Jalur Hukum Jika Diperlukan

Untuk memperkuat klarifikasinya, Sugianto menyatakan siap menghadirkan saksi dari masyarakat maupun anggota kelompok tani yang mengetahui langsung keberadaan alsintan tersebut.

“Saksi ada. Masyarakat dan kelompok tani bisa dihadirkan. Semua bisa membuktikan bahwa bantuan itu bukan saya yang menerima dan tidak pernah dijual,” ujarnya.

Ia juga meminta agar klarifikasi dan sanggahan ini dipublikasikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

“Tolong ditulis sanggahannya, karena yang diberitakan tidak sesuai fakta. Nama baik saya dirugikan oleh laporan yang tidak benar,” katanya.

Bayan Pelas juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tuduhan tersebut terus disebarkan tanpa dasar yang jelas.

“Kalau tuduhan ini terus disebarkan tanpa klarifikasi yang benar, saya akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang melaporkan maupun yang memberitakan tidak sesuai fakta,” tegasnya.

Kepala Desa dan Pemeriksaan UPT Sebelumnya Nyatakan Alsintan Lengkap

Sebelumnya, Kepala Desa Gawan, Sutris, telah memastikan bahwa seluruh bantuan alsintan milik Kelompok Tani Sumber Makmur masih ada dan tidak hilang.

Selain itu, pihak UPT kecamatan juga telah melakukan pengecekan langsung dan memastikan keberadaan alsintan tersebut masih lengkap.

Dengan adanya klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk Bayan Pelas, tuduhan mengenai hilangnya maupun penjualan bantuan alsintan tersebut dinyatakan tidak benar dan merupakan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Red/mjd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini