MTsN 1 Gunungkidul Diduga Paksa Siswa Ikut Piknik ke Malang, Tidak Ikut Tetap Harus Bayar Rp700.000
- GUNUNGKIDUL —suaralintas.com Kegiatan kunjungan belajar atau piknik yang digelar MTs Negeri 1 Gunungkidul menuai kritik keras dari wali murid. Sekolah dinilai memaksakan kehendak dengan aturan yang dianggap tidak masuk akal: seluruh siswa kelas 8 wajib ikut, dan bagi yang tidak ikut tetap diwajibkan membayar sebesar Rp700.000.
Kegiatan tersebut terlaksana pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 06.00 pagi dengan tujuan Kota Malang, Jawa Timur, dan kembali ke sekolah pada Rabu, 7 Oktober 2026. Biaya yang dikenakan bagi peserta tercatat sebesar Rp1.400.000 per siswa.
Yang membuat wali murid keberatan adalah aturan yang menyatakan kegiatan ini wajib diikuti seluruh siswa kelas 8. Bagi yang berhalangan tidak ikut, tetap diwajibkan menyetor uang sebesar Rp700.000.
“Anak saya tidak bisa ikut, tapi pihak sekolah bilang tetap harus membayar separuh biayanya. Akirnya saya bayar Rp 1.100.000dengan rincian yang Rp 700.00. untuk membayar piknik dan Rp 400.000 untuk pembayaran uang komite dan kami setor pada pak Joko  salah satu guru / pegawai di Mts saya kurang tau persisnya kata salah satu wali murid yang tidak mau di sebut namanya . kami bayar anak tidak pergi? Ini tidak masuk akal,” ungkapnya (9/10/2026).
Wali murid lainnya mempertanyakan dasar penetapan biaya sebesar Rp1.400.000. “Tidak ada rincian tertulis. Kami tidak tahu uang itu dipakai untuk apa saja. Apakah untuk transportasi, makan, atau akomodasi? Semua serba samar,” tambahnya.
Secara peraturan, kegiatan di luar jam belajar atau kunjungan belajar bersifat sukarela. Tidak boleh ada paksaan apalagi pemungutan biaya kepada siswa yang tidak mengikuti kegiatan. Pemungutan biaya tanpa dasar yang jelas dan memaksa siswa yang tidak ikut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar yang melanggar Permendikbud tandas Trimo setiyadi aktifis WGAB saat bersama melakukan investigasi dengan awak media// Geger setyo


