ISTANA TIDAK BUTUH KEBENARAN Bag. 4

0
16

ISTANA TIDAK BUTUH KEBENARAN

(Bagian: 4)

Oleh: Ngar Banda

 

Pencopotan Purbaya oleh Presiden dinilai merupakan penyimpangan terbesar dalam sejarah politik era reformasi di negeri ini. Biasanya, pemecatan seorang menteri disambut sorak-sorai kepuasan rakyat atau sekadar dianggap sebagai rotasi biasa. Namun kali ini terjadi gelombang balik perlawanan rakyat yang luar biasa dahsyat.

Pencopotan Purbaya adalah potret telanjang dari sebuah rezim busuk yang sedang panik karena boroknya mulai terusik. Purbaya lengser dengan kepala tegak, dihujani dan dibentengi oleh pembelaan solid dari berbagai kalangan, baik akademisi, seniman, artis, politikus, budayawan, ahli hukum, pemuka agama hingga rakyat biasa. Sebaliknya, Istana dan penggantinya justru panen cacian, sumpah serapah, dan hinaan yang luar biasa keras dari seluruh penjuru negeri ini.

Mengapa publik begitu marah? Jawabnya sederhana dan sangat fundamental. Purbaya dicopot bukan karena ia gagal, melainkan karena ia terlalu jujur di tengah sistem yang korup, dan menolak menjadi sapi perah proyek mercusuar.

Fenomena ini adalah sinyal bahaya yang nyata. Publik tidak bodoh. Bersatunya berbagai elemen lintas profesi dan rakyat sipil membuktikan bahwa masyarakat tahu mana emas dan mana loyang. Purbaya dicopot bukan karena gagal, melainkan ia terlalu lurus untuk sistem yang bengkok. Keahliannya menjaga uang negara justru menjadi ancaman bagi syahwat politik kekuasaan yang rakus.

Pengganti Purbaya memikul beban moral yang amat berat, dicap sebagai boneka baru penurut oligarki. Ketika kritik beralih menjadi penghinaan massal kepada rezim, artinya presiden telah kehilangan legitimasinya secara moral di mata rakyat. Istana mungkin memenangkan pertarungan elite, namun mereka telah kalah total dalam merebut hati dan kepercayaan rakyat.

Rezim ini akan dikenang bukan karena apa yang mereka bangun, melainkan karena bagaimana mereka menyingkirkan orang-orang terbaik demi melanggengkan kekuasaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini