*TAK SEKADAR SEREMONI! Ketua Umum Semut Merah Desak Perbaikan Nyata Nasib Buruh di Hari Buruh 1 Mei 2026*

0
10

Cirebon, Suara Lintas. Com
— Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 kembali digelar. Namun, bagi Ketua Umum Penggiat Anti Korupsi Semut Merah, Harun Sutejo, peringatan ini tidak boleh berhenti pada seremoni dan slogan belaka.

Dalam pernyataannya di salah satu hotel di Cirebon, Harun Sutejo secara tegas mengingatkan bahwa hingga saat ini masih banyak buruh yang hidup dalam tekanan ekonomi, upah yang belum layak, serta minimnya perlindungan kerja.

“Jangan jadikan Hari Buruh hanya panggung formalitas. Realitanya, masih banyak buruh yang belum merasakan kesejahteraan yang adil. Ini fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi,” tegasnya, jum’at ( 1/5/2026).

Ia menyoroti perlunya langkah konkret dari pemerintah dan pemangku kepentingan, bukan sekadar janji. Menurutnya, tanpa pengawasan serius dan komitmen kuat, kesejahteraan buruh hanya akan menjadi wacana tahunan.

“Kalau tidak ada perubahan nyata, maka setiap 1 Mei hanya akan menjadi rutinitas kosong. Buruh butuh bukti, bukan sekadar ucapan,” lanjut Harun.

Sebagai aktivis anti korupsi, ia juga mengingatkan bahwa praktik-praktik penyimpangan, termasuk dalam kebijakan ketenagakerjaan, dapat berdampak langsung pada penderitaan buruh.

“Ketika ada kebocoran anggaran, permainan regulasi, atau kepentingan tertentu, yang paling terdampak adalah buruh. Ini yang harus dilawan bersama,” ujarnya.

Harun Sutejo berharap momentum Hari Buruh 2026 menjadi titik balik untuk perubahan yang lebih serius dan terukur, agar kaum buruh benar-benar dapat hidup lebih layak dan bermartabat.

“Sudah saatnya buruh tidak hanya dipuji saat 1 Mei, tapi diperjuangkan setiap hari,” pungkasnya.

( Tim FRN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini