KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM
– Masyarakat Kampung Lebak Ngok, RW 11, Kampung Benda, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan Jembatan Lebak Ngok yang saat ini mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir Kali Benda, Sabtu (14/2/2026).
Kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga, khususnya para pelajar dan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut sebagai jalur utama aktivitas.

Selain kerusakan jembatan, warga juga menyoroti kondisi tebing di pinggir Kali Benda yang mengalami erosi cukup serius. Tanah di sepanjang bantaran kali dilaporkan mulai longsor dan berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.
Warga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk segera turun langsung meninjau lokasi di kawasan Kali Lebak Ngok Benda. Mereka berharap pihak BBWS dapat segera melakukan pemasangan bronjong atau penguatan tebing sungai secara tepat dan sesuai standar teknis guna mencegah longsor susulan akibat banjir.
“Kami sangat berharap BBWS Cimanuk Cisanggarung segera melakukan peninjauan dan memasang bronjong di titik-titik rawan longsor. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah dan membahayakan warga,” ujar salah satu warga setempat.

Menurut warga, wilayah Kali Benda masih berada dalam pengawasan BBWS Cimanuk Cisanggarung, sehingga penanganan teknis penguatan bantaran sungai menjadi kewenangan instansi tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta pemerintah daerah Kota Cirebon, dapat segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki jembatan serta memperkuat bantaran sungai demi mencegah terjadinya longsor dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar.
Perbaikan infrastruktur dan pengamanan bantaran sungai dinilai sangat penting mengingat intensitas banjir yang kerap terjadi dan berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.
( redaksi)

