ULAH BEJAD SANG DUKUN & PARA NORMAL
Oleh : Ngar Bandar
Trik murahan ditampilkan dengan berkedok atas nama agama dan Tuhan. Model sok berpakaian ala orang sakti dan ahli spiritual yang mengaku paling dekat Tuhan dengan memanfaatkan ayat – ayat Nya untuk dijadikan sebagai kedok praktek perdukunan. Padahal semua itu tak lebih hanya sebuah kebohongan belaka terhadap apa yang diperankan.
Mereka itu bak manusia bejat yang menjadikan agama dan Tuhan sebagai bisnis penipuan perdukunan murahan. Dengan segala tipu daya mereka mengelabuhi pasiennya atau calon mangsanya dengan mengatakan dan menunjukan jika dirinya orang yang paling bisa dan paling paham agama serta selalu mendapat petunjuk.
Realita demikian itulah yang akhir – akhir ini menjamur di negeri ini, dan bisa kita lihat baik di layar TV, maupun di media cetak atau dimana saja yang belum terekspos oleh media. Mereka mengiklankan diri dengan memasang papan nama baik di media maupun di tempt-tempat yang terlihat oleh umum, jika mereka itu mengaku bisa apa saja baik di bindang pengobatan, bisnis maupun kebutuhan spiritual dan material lainnya. Bahkan ada yang terang-terangan dengan mematok atau membandrol harga yang mereka katakan itu sebagai mahar.
Perdukunan dengan mengatas namakan ala kiai-isme yang lebih populer dengan sebutan paranormal itu akhir – akhir ini marak menjamur di berbagai belahan penjuru di negeri ini. Mereka itu sepertinya tidak punya rasa malu sedikitpun mendeklarasikan dirinya sendiri yang mengaku bisa ini, bisa itu bahkan bisa melihat alam ghaib dan makluknya, malah mengatakan mampu menaklukan makluk ghaib. Sungguh biadab dan bejat mereka ini. Padahal mereka itu tidak mempunyai kemampuan seperti yang digemborkan atau diiklankan.
Semua itu tak lebih hanya bentuk pembohongan publik, dan anehnya publik yang bodohpun mudah terkelabuhi. Seharusnya publik menyadari jika mereka itu tak lebih dari manusia yang menistakan agama dan memperburuk citra agama dan Tuhan. Maka orang – orang yang demikian itu pasti akan di hukum dan dilaknat oleh agama.
Kita tahu bahwa ayat-ayat agama itu adalah bahasa Tuhan yang bersifat mengatur dan memberi petunjuk tentang kebenaran kepada manusia, agar manusia tidak terperosok dalam keterpurukan.
Agama merupakan hidayah bagi manusia agar dapat memelihara jiwanya menuju jalan hidup yang benar sesuai yang tertera dalam ajarannya. Dan agama mengajarkan untuk memelihara dirinya serta berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya dengan jalan yang benar.
Agama juga mendoktrin manusia supaya berlomba – lomba dalam kebenaran dan kebaikan. Namun ironisnya manusia dinina bobokan kemewahan dunia, sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidup ditempuh dengan jalan yang menyimpang dari rel agama.
Lebih dari itu agama malah dilecehkan oleh manusia yang menamakan dirinya dukun atau para normal dengan menjadikan sebagai alat untuk memenuhi kepentingan individualnya dengan cara merekayasa bahwa apa yang dikerjakan sesuai kebenaran dan perintah agama, atau bahasa hukumnya adalah berdasarkan petunjuk Tuhan atau agama.
Oleh karena itu jika kita benar-benar memahami makna agama sebagai panutan dan penuntun kebenaran maka kita akan bersikap selektif terhadap olah mereka yang mengaku para dukun dan para normal yng menjadikan agama sebagai kedok praktek penipun. Dan hanya kepada Tuhanlah semestinya kita bertahajud dan meyakini-Nya.


