Kota Cirebon , Suara Lintas. Com
– Pemerintah Kota Cirebon bergerak cepat merespons laporan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Fokus penanganan saat ini tertuju pada Jembatan Lebakngok di RW 11 Bendakerep yang mengalami longsor dan mengancam struktur fondasi jembatan.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turun langsung meninjau lokasi pada Senin (23/2/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Camat Harjamukti Yuki Maulana Hidayat, perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Peninjauan lapangan dilakukan dengan menyisir titik-titik longsor yang mulai menggerus sisi penahan tanah dan fondasi jembatan. Mengingat jembatan ini melintasi aliran sungai yang bermuara ke Kali Benda, Pemkot Cirebon menginisiasi kolaborasi strategis dengan BBWS guna memastikan langkah teknis penanganan berjalan tepat sasaran dan sesuai kewenangan.
Dalam keterangannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Lebakngok menjadi prioritas mendesak.
> “Kami mengupayakan agar pembangunan kembali jembatan ini bisa dilakukan secepat mungkin. Karena ini berkaitan dengan aliran sungai, kami terus berkolaborasi dan berdiskusi intensif dengan BBWS serta pihak terkait lainnya untuk menentukan langkah teknis yang paling aman,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Ia juga menambahkan bahwa hasil tinjauan lapangan akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Cirebon sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan. Koordinasi lintas perangkat daerah pun dipercepat agar aspek perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan rehabilitasi dapat berjalan sinkron.
> “Saya sudah menginstruksikan SKPD terkait untuk segera merumuskan detail perencanaan agar proses rehabilitasi tidak memakan waktu lama,” tegasnya.
Jembatan Lebakngok memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat, karena menjadi akses utama penghubung antara RW 11 Bendakerep dan RW 08 Kopiluhur. Selain menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga, jalur ini juga menjadi akses pendidikan bagi anak-anak setempat.
Camat Harjamukti, Yuki Maulana Hidayat, mengungkapkan bahwa intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat signifikan, sehingga mempercepat terjadinya pengikisan tanah di sekitar fondasi jembatan.
> “Arusnya sangat tinggi saat hujan turun, dan ini sangat berbahaya bagi kekuatan struktur jembatan. Jembatan ini akses krusial, terutama bagi anak-anak yang hendak menuju SDN Lebakngok. Kami tidak ingin keselamatan warga terancam,” ungkapnya.
Sebagai langkah preventif, dinas terkait akan memasang rambu-rambu peringatan tambahan di sekitar lokasi longsor dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi area tersebut, khususnya saat hujan deras.
Pemerintah Kota Cirebon berharap kolaborasi antara Pemkot, BBWS, dan masyarakat dapat mempercepat proses penanganan, sehingga Jembatan Lebakngok dapat segera kembali berfungsi secara aman dan optimal bagi warga Argasunya dan sekitarnya.
( Hn/red)

