SMAN 3 Kuningan di Bawah Kepemimpinan Chery Terus Menuai Masalah

0
46
Foto : SMAN 3 Kabupaten Kuningano

KABUPATEN KUNINGAN, Suara Lintas. Com

– SMAN 3 Kuningan kembali menjadi sorotan publik. Dalam beberapa pekan terakhir, sekolah yang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Kuningan ini diterpa berbagai persoalan serius di bawah
kepemimpinan Kepala Sekolah Chery.
Sejumlah kasus mencuat ke permukaan, mulai dari dugaan pungutan seragam, dugaan pelecehan oknum guru terhadap murid, hingga tindakan kekerasan terhadap siswa. Bahkan, beberapa kasus tersebut dikabarkan telah berujung pada penanganan pihak kepolisian. Kondisi ini membuat citra SMAN 3 Kuningan dinilai rusak di mata publik.

Aktivis Anti Korupsi sekaligus pemerhati dunia pendidikan wilayah Ciayumajakuning, Harun Sutejo, menilai kepemimpinan Kepala Sekolah Chery tidak becus dalam mengelola lembaga pendidikan. Ia meminta agar KCD Wilayah X Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera melakukan mutasi atau rotasi terhadap yang bersangkutan.

“Jika dibiarkan, dunia pendidikan akan rusak secara mental dan mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Apalagi SMAN 3 Kuningan adalah sekolah favorit di Kabupaten Kuningan yang seharusnya menjadi ikon sekolah yang dijaga dari sisi moral, etika, keamanan, dan kenyamanan siswa,” ujar Harun.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menimba ilmu, sehingga para orang tua tidak merasa cemas menyekolahkan anaknya di SMAN 3 Kuningan.

Harun juga berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui KCD Wilayah X tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Ia meminta agar segera dilakukan survei dan evaluasi secara menyeluruh, serta memberikan tindakan tegas jika kepala sekolah dinilai tidak mampu membina dan memimpin sekolah dengan baik.
“Jangan sampai pura-pura tidak tahu. Ini menyangkut masa depan dunia pendidikan,” tegasnya.

SMAN 3 Kuningan memiliki posisi strategis karena berada di wilayah Kota Kuda Kuningan dan selama ini dikenal sebagai sekolah favorit yang selalu diburu calon siswa lulusan SMP. Banyak alumni sekolah ini yang telah sukses di berbagai bidang.

Namun, sangat disayangkan, sekolah yang dulu dikenal adem, tentram, aman, rindang, dan sejuk untuk belajar serta sarat prestasi, kini justru diwarnai berbagai persoalan moral, etika, hingga dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat. Publik khawatir jika anak-anak mereka disekolahkan di SMAN 3 Kuningan justru akan berdampak tidak baik, sehingga diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki situasi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

( Redaksi 01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini