Program desa mandiri Bupati targetkan angka kemiskinan di bawah dua digit

0
65

Program Desa Mandiri Bupati Targetkan Angka Kemiskinan di Bawah Dua Digi

KLATEN – suaralintas.com – Pemerintah Kabupaten Klaten mengevaluasi program kunjungan desa tahap pertama tahun 2025 dengan hasil yang “luar biasa” dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur serta pengembangan potensi lokal sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan. Rabu (12/11/2025).

Kehadiran di 26 Kecamatan, Infrastruktur Tetap Prioritas Utama

Bupati menyampaikan bahwa program kunjungan langsung ke 26 kecamatan (mencakup 52 desa) pada tahap pertama telah sukses menjaring aspirasi dan menghadirkan pelayanan publik. Respon masyarakat disebut sangat positif.

“Program ini bertujuan untuk hadir di tengah-tengah warga, agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, dan pemerintah dapat menyampaikan bantuan serta menghadirkan pelayanan,” ujar Bupati.

Dari hasil serapan aspirasi, infrastruktur masih menjadi usulan yang paling utama dan menjadi fokus utama program kerja ke depan. Setelah infrastruktur, usulan masyarakat bergerak pada pengembangan potensi seperti pertanian, UMKM, dan pariwisata. Program kunjungan langsung ini dipastikan berlanjut pada tahun 2026 dengan pola yang sama.

Desa Mandiri Jadi Percontohan: Konsep ATM Diharapkan

Dalam kunjungan tersebut, ditemukan cukup banyak desa yang sudah berhasil mencapai kemandirian. Desa Pandes disoroti secara khusus dan akan dijadikan percontohan karena keberhasilannya dalam menggerakkan BUMDes, Karang Taruna, dan PKK secara luar biasa.

“Sebuah desa ternyata tetap bisa bergerak dan berkembang meskipun tidak punya pariwisata, tergantung pada sudut pandang dan pengembangan SDM,” jelas Bupati.

Pemerintah daerah berharap desa-desa lain dapat menerapkan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari desa-desa percontohan ini.

Strategi Jangka Panjang Entaskan Kemiskinan

Bupati mencatat bahwa angka kemiskinan di wilayahnya telah menurun menjadi 11% (sebelumnya 12%). Target berikutnya adalah menurunkan angka tersebut di bawah dua digit (satu digit) dalam periode kepemimpinan saat ini.

Strategi yang ditempuh berfokus pada:
1. Perbaikan Data: Melakukan perbaikan data sasaran (dari DTKS ke DTKSN) agar program lebih efektif.
2. RTLH: Menyelesaikan masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih tersisa sekitar 6.000 unit.
3. Pemberdayaan: Fokus pada pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penumbuhan UMKM serta pengusaha baru sebagai solusi jangka panjang, di samping kerja sama dengan perusahaan untuk penyerapan tenaga kerja.

Meskipun program Bantuan Sosial (Bansos) masih diluncurkan, Bupati menegaskan bahwa Bansos “bukan solusi jangka panjang” untuk masalah kemiskinan.

Kolaborasi Kunci Pengembangan UMKM

Terkait pengembangan UMKM, strategi yang diterapkan adalah peningkatan kapasitas dan pemberdayaan melalui kolaborasi dengan dinas terkait, universitas, dan yayasan. Produk lokal didorong, dan koperasi dilibatkan untuk membantu pengemasan (packaging) dan pemasaran.
( Wiwit )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini