NASIB PILU MURSID MULYOTO BERWASIAT SESUAI PEMAKAMAN DITOLAK KADES (Bagian 1)

0
568
Foto lokasi TPU Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali dan makam orang tua Mursid yg kijing berwarna biru

Mursid Mulyoto bukanlah sosok penguasa, pengusaha kaya raya ataupun tokoh terkenal seperti negarawan, agamawan, politikus  atau artis ternama. Bukan pula dari keluarga dan saudara pejabat. Sehingga saat kematiannya mau dimakamkan sesuai wasiat almarhum di samping makam Ibu, Kakek, Nenek dan Kakaknya yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, ditolak oleh Kepala Desa dengan alasan bukan warga desa setempat.

Barangkali, jika Mursid Mulyoto itu dari keluarga atau saudara yang memiliki Kekuasaan atau Jabatan setara Bupati maupun Gubernur, apakah Kepala Desa dan Pengelola makam berani menolak? Apalagi jika Mursid Mulyoto itu dari keluarga Presiden, siapa yang berani menolak!. Jangankan hanya secuil tanah kuburan yang berada di desa, gunung atau lokasi manapun yang dikehendaki untuk dipakai mengubur, satupun orang di negeri ini tidak ada yang berani cemuit sepatah katapun, apalagi menolak.

Diskriminasi dan ketidakadilan di negeri ini selalu menerpa dan menggilas orang-orang seperti Mursid Mulyoto yang tidak memiliki apa-apa, hidup tersingkir dari gebyarnya kemewahan dan hingar bingarnya kekuasaan.

Mursid Mulyoto hanyalah sosok yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga malam dirumah seorang Notaris bernama Mahmud di Kampung Gremet Kelurahan Manahan Solo yang penghasilannya tidak lebih dari Rp.1 juta sebulan.

Sebelum bekerja sebagai penjaga malam, semula Mursid hanyalah tukang parkir motor di Barat SMAN 4 Manahan Solo. Akibat wabah covid 19 ia pun berhenti, selain tidak ada yang diparkir juga anak-anak sekolah libur lama. Sebab parkirnya  hanya menggantungkan motornya anak-anak sekolah. 

Kemudian Mursid beralih bekerja sebagai penjaga malam di kampung Gremet RW 08 Kelurahan Manahan Solo. Pekerjaan ini didapat karena atas kepercayaan Ketua RW yang menganggap bahwa Mursid memiliki tanggung jawab  jika diberi mandat. Selain itu, Mursid juga lahir dan dibesarkan di kampung tersebut, meskipun setelah berumah tangga dia hijrah ke Tangerang Jawa Barat karena tuntutan perekonomian dan kebutuhan hidup.  

Perjalanan hidup memang sulit diduga, nasib seseorang tidak bisa dimengerti, pada tahun 2016 Mursid balik ke kampung halamannya seorang diri tanpa anak istri karena perceraian, Kemudian tinggal di Gremet Kelurahan Manahan Solo dengan menempati rumah saudaranya,  hingga akhir hayatnya.

Sakit dan penyakit yang diderita Mursid Mulyoto bukan menjadi penghalang, atau tidak berarti membuatnya harus menyerah untuk tidak beraktivitas, ia tetap bersemangat merengkuh kehidupan, meski dengan berjalan sempoyongan dan tertatih-tatih. Akibat stroke sejak tahun 2019 lalu.

Mursid Bukanlah sosok yang mudah menyerah, ia tetap berjuang mencari penghasilan demi membiayai anak bungsunya yang masih mengenyam pendidikan  di SMKN Kabupaten Tangerang, ia rajin mengirim uang tiap bulan meskipun tidak banyak.  

Karena faktor penyakit yang diderita Mursid tidak kunjung pulih, semakin hari bukan semakin membaik, malah sebaliknya terjadi komplikasi dengan adanya penyakit baru, yakni gejala sakit hilang ingatan, terpaksa harus dirawat di rumah sakit dan berhenti sebagai penjaga malam di Kampung. 

Berkat bantuan teman-temannya alumni sekolah yang penuh perhatian, baik teman alumni SDN 47 Manahan I Surakarta, SMPN 15 Surakarta maupun STMN I Surakarta yang sering menengok dan memberi dukungan moril maupun materiil,  serta membimbing, mengajari baca tulis dan menghafal, akhirnya perlahan-lahan Mursid mulai tumbuh kesadarannya, dan pulih dari sakit gejala hilang ingatan meski tidak total, dan strokenya masih. Kemudian Ia kembali bekerja sebagai penjaga malam kendati tidak di kampung lagi, tapi dirumah seorang Notaris bernama Mahmud. 

Di Usia menjelang akhir hidupnya, mursid tetap beraktivitas kendati hanya penjaga malam, bahkan dia masih bisa membuktikan bakatnya atau jati dirinya sebagai seorang pelukis yang tetap berkarya. (Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini