KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM
– Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Keluarga Besar Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, menggelar kegiatan Grebeg Sungkem yang dirangkaikan dengan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh penyebar Islam di wilayah Cirebon.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul di Masjid Syekh Anwaruddin Kriyan, Kampung Cibogo Blok Kebon Syarif.
Acara ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antar jamaah, alumni santri, serta masyarakat, sekaligus mengenang jasa para ulama yang telah berkontribusi dalam penyebaran agama Islam di Cirebon.
Dalam undangan resmi yang diterbitkan pada 23 Maret 2026, pihak panitia mengajak seluruh jamaah, khususnya alumni santri Pontren Benda Kerep Cibogo, untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat.
Rangkaian Kegiatan dan Rute Ziarah
Acara diawali dengan pembacaan tahlil bersama di Masjid Syekh Anwaruddin Kriyan, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke sejumlah makam tokoh ulama, di antaranya:
Makbaroh Mbah Soleh
Makbaroh Mbah Muslim
Makbaroh Mbah Suyuthi (Pendiri Pontren Benda Kerep)
Makbaroh Syekh Abdurrohman Kalijaga
Makbaroh Syekh Khotib Anwaruddin Kriyan
Makbaroh Sunan Gunungjati (Syekh Syarif Hidayatullah)
Makbaroh Syekh Maujud
Makbaroh Mbah Kuwu Cirebon
Makbaroh Pangeran Suryanegara
Rangkaian ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan perjuangan para ulama dalam membangun peradaban Islam di tanah Cirebon.
Perkuat Nilai Tradisi dan Kebersamaan
Ketua panitia, Muhammad Abdullah Ma’dun, menyampaikan bahwa kegiatan Grebeg Sungkem tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga tradisi luhur para ulama, serta menanamkan nilai-nilai penghormatan kepada para pendahulu,” ujarnya.
Panitia juga mengimbau kepada seluruh peserta laki-laki agar mengenakan sarung dan peci selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi pesantren.
Momentum Refleksi dan Kebersamaan
Grebeg Sungkem menjadi momentum penting bagi masyarakat dan para santri untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan keimanan pasca Idul Fitri.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, kegiatan ini diharapkan terus menjadi tradisi yang lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
( Harun)

