Jakarta, Suara Lintas. Com
— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar silaturahmi bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan elemen umat Islam dalam menghadapi berbagai agenda strategis kebangsaan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, Ketua Umum Hidayatullah Naspi Arsyad, serta tokoh Muslim Tionghoa Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.
Silaturahmi ini menjadi forum dialog strategis yang membahas sejumlah isu keumatan dan kebangsaan, termasuk rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi serta penguatan tata kelola dana umat melalui Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU).
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia memperoleh peluang khusus untuk memiliki properti di Kota Makkah dan Madinah. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, juga telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk mendukung pembangunan perkampungan haji bagi jemaah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi yang intensif dan berkelanjutan dengan para tokoh agama. Menurut Presiden, kebersamaan dan dialog yang terbuka menjadi kunci dalam merawat persatuan nasional sekaligus menyerap aspirasi umat secara langsung.
“Pemerintah memandang tokoh agama dan pimpinan ormas Islam sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan, stabilitas nasional, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Presiden Prabowo.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
( Hn/ red)

