KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM
– Kondisi tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dilaporkan telah penuh dan tidak lagi mampu menampung jenazah warga. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi kasus kematian mendadak yang membutuhkan pemakaman segera.
Aktivis Anti Korupsi Cirebon, Harun Sutejo, menyoroti serius persoalan tersebut dan meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan lahan pemakaman baru bagi warga Argasunya dan sekitarnya.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemakaman adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jika TPU sudah penuh, pemerintah wajib hadir memberikan solusi, bukan menunggu sampai terjadi krisis,” tegas Harun Sutejo, Selasa (14/1/2026).
Menurutnya, keterbatasan lahan pemakaman akan berdampak langsung pada kenyamanan dan ketenangan warga dalam menjalankan prosesi pemakaman sesuai adat dan agama. Bahkan, dalam beberapa kasus, keluarga terpaksa mencari lahan pemakaman di luar wilayah kelurahan, yang tentu menyulitkan secara emosional maupun logistik.
Harun juga mendorong agar Pemkot Cirebon melalui dinas terkait segera melakukan pendataan kondisi seluruh TPU di Kota Cirebon, khususnya di wilayah padat penduduk, serta menyiapkan perencanaan jangka panjang terkait penyediaan lahan pemakaman.
“Kami minta ini masuk dalam prioritas kebijakan. Jangan sampai urusan pemakaman saja masyarakat harus kebingungan,” ujarnya.
Warga Argasunya berharap pemerintah tidak hanya sebatas wacana, tetapi segera merealisasikan penyediaan lahan pemakaman baru, baik melalui pembebasan lahan, kerja sama dengan pihak lain, maupun pengembangan TPU terpadu di wilayah Kota Cirebon.
Dengan adanya langkah cepat dari Pemkot Cirebon, diharapkan persoalan keterbatasan lahan pemakaman dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali merasa tenang dalam menghadapi situasi duka tanpa harus dibebani persoalan tempat pemakaman.
( Redaksi)

