KOTA CIREBON, SUARA LINTAS. COM
– Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan yang berada di Desa Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, dikenal sebagai salah satu masjid paling unik di Kota Cirebon. Keunikan tersebut tidak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus pertemuan awal dalam rangka penjajakan rencana pengembangan Kawasan Wisata Religi di wilayah Kecamatan Harjamukti. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo, Jumat (9/1/2026).
Dalam kunjungan itu, Agus Sukmanjaya bertemu langsung dengan pimpinan Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo, KH. Ma’dun. Diketahui, KH. Ma’dun merupakan keponakan dari Mbah Fanani atau yang lebih dikenal sebagai Pertapa Deng, seorang ulama sekaligus tokoh spiritual yang memiliki pengaruh historis di wilayah tersebut.
Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan merupakan bangunan bersejarah yang mulai dibangun pada era kolonial Belanda. Hingga saat ini, pembangunan masjid tersebut baru mencapai sekitar 50 persen dan masih membutuhkan dukungan pendanaan dari para donatur. Meski demikian, masjid ini memiliki daya tarik yang kuat karena keunikan arsitekturnya yang memadukan tiga unsur budaya besar, yakni Jawa, Tionghoa, dan Timur Tengah.
Keunikan lainnya terlihat dari ornamen-ornamen pada dinding masjid yang tidak lazim, seperti bentuk keris serta peralatan dapur tradisional, yang masing-masing memiliki makna filosofis mendalam tentang kehidupan, perjuangan, dan nilai spiritual.
Secara historis, masjid ini pernah berdiri pada masa penjajahan Belanda. Namun, pembangunannya sempat dihentikan oleh pemerintah kolonial karena dikhawatirkan menjadi pusat permusyawaratan para ulama dan pejuang dalam melawan penjajah. Kini, melalui upaya keluarga KH. Ma’dun bersama masyarakat setempat, pembangunan masjid kembali dilanjutkan agar dapat berdiri utuh dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
Agus Sukmanjaya menyampaikan bahwa Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi. Selain bernilai ibadah, masjid ini juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah dan simbol perpaduan budaya. Ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bagian dari kawasan wisata religi di Harjamukti,” ujar Agus.
Ke depan, Disbudpar Kota Cirebon akan melakukan kajian lanjutan bersama tokoh masyarakat dan pihak terkait guna merumuskan konsep pengembangan kawasan wisata religi yang tetap menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal.
(Harun )

